Saat lagi merencanakan liburan, kulineran sering kali jadi alasan utama buat memilih tempat tujuan. Malahan, gak sedikit traveler yang rela terbang jauh-jauh cuma demi memanjakan lidah dengan makanan khas setempat, berburu takjil di pasar tradisional, atau nongkrong di tempat makan legendaris.
Melihat tren wisata kuliner yang makin digilai ini, National Geographic baru saja merilis daftar kota terbaik di dunia yang wajib dikunjungi para pencinta makanan. Menyadur laporan dari laman resmi National Geographic, berikut adalah deretan destinasi kuliner paling top di dunia untuk tahun 2026. Yuk, simak ada kota apa saja!
1.Crete, Yunani

Crete merepresentasikan destinasi gastronomi yang mengombinasikan cita rasa unggulan dengan aspek fungsional kesehatan. Pulau terbesar di teritori Yunani ini diakui secara global sebagai salah satu fondasi utama dari formulasi pola makan Mediterania yang diadopsi secara luas di dunia medis dan kebugaran.
Kekuatan utama sektor kuliner di Crete ditopang oleh masifnya sektor agrikultur kelapa zaitun. Estimasi populasi pohon zaitun di wilayah ini mencapai 40 juta pohon, yang menempatkan Crete sebagai salah satu produsen minyak zaitun kualitas terbaik di dunia. Konstruksi hidangan lokalnya secara konsisten memanfaatkan minyak zaitun extra virgin, sayuran musiman, polong-polongan, serta serealia utuh, dengan pembatasan proporsi konsumsi daging hewani. Wisatawan direkomendasikan untuk mengeksplorasi hidangan khas seperti sup siput dengan teknik memasak lambat (slow-cooked), serta sajian daging domba dengan metode pengolahan sederhana namun menghasilkan profil rasa yang pekat.
2.Kelowna, Kanada

Kelowna menawarkan impresi gastronomi yang berintegrasi langsung dengan panorama alam bebas yang impresif. Destinasi ini mengukir prestasi dengan dinobatkan sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy perdana di wilayah Kanada.
Secara geografis, kota yang terletak di pesisir Danau Okanagan ini dikelilingi oleh lanskap perkebunan anggur serta kawasan agraris yang produktif. Infrastruktur kulinernya ditopang oleh keberadaan lebih dari 40 kilang komoditas anggur serta ratusan lahan pertanian mandiri yang memasok bahan baku segar bersertifikasi tinggi. Di luar reputasi industri wine-nya, sektor kuliner Kelowna juga menonjolkan diversifikasi menu berbasis fusi budaya, seperti pengolahan salmon tandoori yang dipadukan dengan pemanfaatan madu lokal khas daerah setempat.
3.Buon Ma Thuot, Vietnam

Buon Ma Thuot di Vietnam adalah destinasi yang haram hukumnya buat dilewatkan para penggila kopi. Kota ini memegang predikat mentereng sebagai pusat penghasil kopi robusta paling besar di dunia, lho!
Terletak di area dataran tinggi Central Highlands, kota ini menyuplai lebih dari 40 persen total ekspor kopi Vietnam ke pasar internasional. Gak heran kalau vibes kotanya seru banget dengan deretan kedai kopi estetis di tiap kelokan jalan.
Daya tarik utama kopi di sini ada pada ritual penyajiannya yang autentik menggunakan filter tetes tradisional bernama phin. Tetesan seduhan yang sabar dan perlahan menghasilkan karakter kopi yang super pekat dengan notes aroma manis yang khas. Selain menikmati kopi hitam original, kamu juga wajib menantang lidahmu buat mencoba kreasi unik lainnya, mulai dari kopi susu kental manis legendaris, kopi telur yang creamy, sampai kopi garam yang lagi hits.
4.Ceko

Ceko pelan-pelan makin naik daun dan mencuri perhatian sebagai kiblat kuliner baru yang seru di benua Eropa. Masakan khas Ceko sendiri sebenarnya merupakan buah dari perpaduan berbagai budaya yang ada di Eropa Tengah.
Rata-rata hidangan andalan mereka sangat identik dengan menu daging panggang juicy, olahan sayuran umbi-umbian, serta dumpling padat yang dijamin bikin perut kenyang. Serunya lagi, kamu gak harus datang ke restoran fine dining mewah buat mencicipinya. Kelezatan autentik Ceko justru tersebar di kedai-kedai kasual yang menyajikan menu legendaris seperti panggangan daging babi atau bir hitam tradisional yang resepnya sudah dijaga ratusan tahun. Kalau kamu melipir ke kota-kota kecil di luar ibu kota, kamu bakal dimanjakan oleh deretan restoran yang mengusung konsep farm-to-table dengan bahan-bahan yang super segar langsung dari kebun.
5.Singapura

Singapura memang sudah lama terkenal sebagai surga makanannya para foodie dunia, tapi salah satu yang paling juara dan unik di sini adalah masakan Peranakannya. Kebudayaan Peranakan ini awalnya lahir dari akulturasi imigran Tionghoa dengan masyarakat lokal Melayu dan Indonesia sejak abad ke-15 silam. Hasil perkawinan budaya ini melahirkan deretan masakan dengan profil rasa yang super kompleks, kaya rempah-rempah, dan sarat akan nilai sejarah.
Kunci kelezatan masakan Peranakan ada pada proses memasaknya yang sangat telaten dan penggunaan bumbu dasar yang gak pelit. Menu-menu andalan seperti ayam buah keluak, babi pongteh, sampai bermacam jajanan pasar tradisionalnya selalu sukses bikin turis jatuh cinta. Serunya di Singapura, kamu bebas berburu kulineran mulai dari jajaran hawker stall kaki lima yang murah meriah hingga restoran berkelas peraih bintang Michelin.